INSIDE OUT!

Cover FinalManusia ini kalau dipikir-pikir harusnya bisa hidup simpel. Sebab, segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya seperti angin sepoi-sepoi. Sebentar terasa hembusannya, sebentar kemudian hilang tak berbekas. Semua tinggal memori. Entahkah itu memori senang, atau memori sedih.

Bicara soal memori, beberapa bulan lalu aku menonton film “Inside Out” bersama teman-teman. Film ini dengan sangat baik menggambarkan bahwa kehidupan manusia itu sebetulnya hanyalah kumpulan memori,  “benda abstrak” yang sangat rentan untuk hilang tak berbekas.

Manusia begitu sibuk mencari momen-momen bahagia, dan bahkan mengorbankan apa yang sudah dimiliki karena merasa (ya, hanya merasa) TIDAK BAHAGIA. Padahal… justru memori kesedihanlah yang mengajarkan banyak nilai hidup untuk si manusia.

Orang yang ingin merasakan bahagia bisa menempuh (atau memaksakan diri untuk menempuh) berbagai macam cara. Contoh, pesta narkoba, pesta seks, bertukar pasangan suami/istri dengan teman lain, bercerai untuk bisa menikah lagi (demi alasan bisa lebih berbahagia), atau apapun. Padahal, kalau dipikir-pikir, kalau pun semua sudah tercapai, “yo mung ngono wae” kata orang Jawa. Ya begitu-begitu saja. Karena semua itu hanya akan jadi memori di keesokan hari. Dan lalu hilang tak berbekas terkena libasan sang waktu.

Tapi tidak dengan memori kesedihan. Sampai saat ini, setiap kali mengingat hal yang sangat menyedihkan (salah satunya perjuangan kakak pertamaku melawan sel kanker dalam tubuhnya), dengan gampang aku menangis. (Padahal mengingat memori bahagia, tidak membuatku spontan berbahagia). Tapi setelah air mata keluar, aku kembali sadar untuk selalu menghargai keluarga yang kupunya. Orangtua, kakak dan adik. Mereka adalah pribadi-pribadi yang Tuhan tempatkan di sekelilingku, sekaligus paling bisa menerimaku apa adanya. Ya, apa adanya, di saat aku berubah jadi orang yang paling mengesalkan, mereka tetap bisa menerima.

Untuk ini, aku pun berkesimpulan bahwa, hidup memang cuma satu kali. Jadi jangan terlalu repot ingin mendapatkan kebahagiaan atau berharap bisa terus bahagia setiap detik dan setiap kali diinginkan. Tapi mengertilah bahwa hidup ini menyimpan misterinya sendiri. Masalahnya sendiri. Kesusahannya sendiri. Hari ini happy, besok bisa saja sedih. Hari ini tidak ada masalah, mendadak besok didatangi masalah. Begitu seterusnya.

Hidup hanya sekali.
Berbahagia dan bersyukurlah selalu dengan apa yang ada pada diri.
Tidak perlu mengejar “kebahagiaan” esok hari.
Tetapi bersyukurlah kepada TUHAN yang telah memberikan berkat terbaiknya, HARI INI.

#Renunganakhirtahun

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s