Hidup cuma sekali, hidupilah dengan simpel!

Cover FinalAkhir-akhir ini aku sering membaca aturan alias larangan yang dibuat oleh beberapa agama. 

Agama A melarang umatnya untuk tidak memercayai bahwa keselamatan dari Yesus Kristus itu kekal/abadi. Jadi bisa hilang kalau manusia si penerima keselamatan “jatuh dalam dosa”. 
Padahal, siapa sih yang bisa kebal dosa? No one. Tidak ada. Semua manusia rentan jatuh dalam dosa. Itu sebabnya, Yesus rela mati di kayu salib, supaya manusia yang percaya kepadanya beroleh hidup yang KEKAL. (baca: bukan sementara). 

Agama B, melarang umatnya untuk merayakan Natal, sebelum waktunya. 
Padahal, apa iya, yang namanya Natal, kalau memang ingin merayakan kelahiran Yesus Kristus, akurat tanggalnya sebagai 25 Desember? Sementara sejarah membuktikan bahwa pada bulan Desember, wilayah Bethlehem sedang bermusim dingin? Yang berarti, tanggal lahir Yesus Kristus yang dirayakan pada setiap 25 Desember itu hanyalah “penanggalan” saja. Just another date. Dan bukankah esensi dari perayaan Natal, bukan cuma tanggal, tapi karena seorang Juruselamat lahir ke dunia? Harusnya sih itu ya… 

Agama C, melarang umatnya untuk tidak memberi selamat Natal kepada pemeluk agama lain yang merayakan Natal. Katanya haram. Hmm… apa iya, persoalan bisa jadi haram hukumnya hanya karena “ucapan selamat”? Kok menurutku dangkal sekali pemikirannya.

Agama kok malah mempersulit umat untuk mendekat kepada PENCIPTAnya ya?

Hidup ini sudah rumit loh…
Nggak perlu lah dibuat rumit dengan aturan ini itu (buatan manusia), ketika setiap manusia sedang hidup dalam perjuangannya menemukan TUHAN Sang Pencipta.
Nggak usah diatur ini itu, padahal secara sederhana setiap manusia pasti punya kerinduan untuk mengenal lebih dekat PenciptaNya.
Nggak penting ada aturan-aturan baru A sampai Z, ketika hati kecil setiap manusia simply hanya ingin lebih memahami SIAPA Pribadi yang punya skenario hebat dan tersembunyi atas alam semesta ini. 

Semoga di tahun-tahun ke depan, setiap kita (apapun agamanya) bisa lebih pintar menyikapi hidup. Sebab pada akhirnya, toh, urusan setiap kita hanyalah antara kita dengan TUHAN!

Hidup cuma sekali, hidupilah dengan simpel!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s