CINTAKU (BUKAN) DI CAUSEWAY BAY- BAB 2 

ALDI

Bab2Hong Kong… kota yang hiruk pikuk.. tapi tidak sanggup membawaku masuk ke dalam keramaiannya. Sudah 5 tahun aku bekerja di sini. Dan kontrakku selesai. Aku ditawari untuk perpanjangan, tapi kutolak. Keputusanku sudah bulat. Aku bekerja di Jakarta saja. Sekaligus ingin menjauh dari semua pengalaman pahitku dengan Aldi.

Hhh…. Setiap kali mengingat nama itu, mendadak emosiku labil. Aku memutuskan pindah ke kota ini karena kami berencana menikah dan tinggal di sini. Aldi sudah warga negara, dan katanya dulu, ini adalah kota yang paling ia cintai. Ternyata… dia bukan mencintai kota ini. Dia juga tidak mencintai aku. Melainkan seorang wanita yang lebih pantas jadi kakaknya. Ya, Aldi mencintai atasannya. Keputusannya ingin menikahi aku hanyalah alibi, agar perselingkuhannya dengan sang atasan tercinta itu tidak diketahui oleh suami atasannya.

Sakit hatiku mendadak seperti tertusuk pisau ketika melihat dengan mata kepala sendiri Aldi berpelukan erat dengan si madam malam itu, hampir tepat 2 tahun lalu. “Madam” adalah panggilan Aldi untuknya. Hari itu juga, di depan mereka berdua, aku meletakkan cincin tunanganku di atas meja makan dan melangkahkan kaki dengan cepat menjauhi rumah makan mewah itu. Dengan susah payah aku memberikan kalimat penghiburan untuk diriku sendiri. Hari itu Aldi memang sempat menelepon dan mengirimiku SMS setelah sedikit berdebat di depan umum dan melihatku sangat marah. Klise. Permintaan maaf. Penjelasan bahwa apa yang kulihat tidak seburuk yang kusangka. Ah! Basi…

Di pagi yang sama, Aldi rupanya mengirimkan SMS nyasar yang seharusnya ditujukan untuk si madam. “Jam 7 malam aku tunggu di Above & Beyond ya. Love you!”

Beruntunglah aku tidak membalas SMS itu karena memang hari itu aku sangat sibuk, sehingga akhirnya aku benar-benar sadar bahwa kecurigaanku setahun belakangan bukan tanpa alasan. Tapi tetap saja aku tidak menyangka bahwa Aldi tidak mencintaiku. Ia menujukan kata “love” itu bukan untukku… Tapi seperti kalimat penghiburan yang paling manjur ini, “Bersyukurlah kalau kita tahu sebelum menikah, daripada sesudah menikah…”, aku pun bersyukur dan merasa beruntung karena tidak dikhianati setelah berada dalam sebuah pernikahan. Semuanya menjadi jauh lebih jelas setelah itu. Kecuali…

Ya. Kecuali masa depanku.

Sepulang dari Hong Kong, aku belum tahu akan bekerja dimana. Aku juga akan menanggung malu di depan keluarga besar ayah dan ibuku. Hhh… aku menghela nafas panjang… “Maafkan aku ya Ma, Pa. Aku akan membuat malu Papa dan Mama…” Air mataku menetes deras… Aku menangis sesenggukan di meja makan malam itu. Disaksikan gelas mi instan yang sudah kosong, secangkir susu yang tersisa setengahnya, dan semangkuk bubur yang sudah bersih isinya.

Tiba-tiba… kriiinggg!! Teleponku berbunyi.

“Ya Toonn!” aku menjawab dengan nada seriang mungkin.
“Happy new year ya Sa!”
“Hahaha.. beluman Ton!”
“Iya hahaha. Nggak apa-apa lah, kan sebentar lagi elu tidur kan… “
“Oooh hahaha… iya sih! Oke Ton! Happy new year juga ya! Enjoy the party!”
“Hahaha… oke Sa. Gua lanjut dulu ya. See you besok ya. Eh! Besok gua jemput deh ke apartemen elu ya. Jam berapa enaknya?”
“Oh! Mau ke sini? Boleh… Jam 11-an aja kali ya. Gua mau beberes dulu, masih sisa beberapa packing-an”
“Sip! See you jam 11 Sa! Good night Sa!”
“Sip! See you Ton!”

Setelah mematikan HP, aku lalu membuang sampah-sampah makanan instan itu dan mematikan TV yang dari tadi hanya kupandangi dari meja makan tapi tidak kusimak acaranya karena pikiranku mendadak galau.

Telepon Anton entah kenapa membuatku melihat secercah harapan. Aku yang beberapa detik lalu terpuruk ke dalam kesedihan yang seolah tak berujung, dan berada dalam lorong yang pekat, mendadak seperti melihat setitik sinar terang. Aku pun menghapus air mataku, lalu membilas mukaku dengan air kran yang sangat dingin, dan… Tidur.

BERSAMBUNG KE:
https://godmeandmydiary.wordpress.com/2016/01/01/cintaku-bukan-di-causeway-bay-bab-3/

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Fiksi/Fiction. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s