A hug that heals

Cover FinalAku menyukai 1 budaya kehangatan orang luar yang tidak atau jarang kutemui di negeri sendiri. Yaitu pelukan.

Hari itu beberapa teman menjenguk kakak di rumah sakit. Dan ketika berpamitan setelah menjenguk mereka memberikan pelukan. Air mataku nyaris tumpah.

Setelah kakak meninggal, aku harus pulang sehari lebih awal sebab itulah batas cutiku. Bersama papa,mama, dan kakak yang lain aku turun ke lantai 1 sambil menyeret koper.
Mereka bertiga hendak pindah tidur di hotel sebab tidak lagi ingin tinggal di rumah kakak. Melepas stres setelah beberapa hari letih secara fisik dan psikis menunggui kakak yang berjuang melawan maut.
Setibanya di bawah, mereka mendapatkan taksi, dan waktu untuk berpisah tiba.
Tanpa disangka, papa memelukku.
“Selamat jalan. Hati-hati ya nak!” katanya.
Nyaris tumpah airmata ini.
“Iya…” sahutku. Dan mereka pun pergi meninggalkan aku yang harus naik kereta untuk sampai di bandara lalu terbang kembali ke tanah air.
Sebuah pelukan menyembuhkan memang. Hati yang rasanya tidak karuan seolah dibuat tenang lewat satu pelukan.

Aku jadi teringat beberapa tahun sebelumnya aku juga kehilangan seorang teman. Rasanya dada ini sesak. Sampai malam itu di rumah duka seorang teman lain memelukku. Air mataku tumpah sebanyak-banyaknya dan setelah itu …. lega!
Beban yang rasanya berada di atas bahu mendadak lenyap.

Baru kemarin aku mengantar Mama ke dokter gigi. Selama menunggu, tiba-tiba Mama membuka atasannya sedikit lalu mengeluarkan saputangan di baliknya.
Melihat itu aku tertawa.
“Apa itu Ma?” tanyaku.
“Sapu tangan,” jawabnya sambil ikut tertawa.
Aku lalu spontan memeluknya dari samping tempatku duduk.
Mendadak aku melihat airmata Mama mengambang…

Menurutku, itu karena sebuah pelukan.
A hug that heals… menyembuhkan hati yang galau, yang resah, yang kuatir, dan meredakan kesedihan yang dalam…
Walau pelukanku belum berhasil menurunkan tensi Mama yang mendadak naik tinggi karena tegang di ruang tunggu dokter gigi, sampai akhirnya kami harus pulang tanpa si dokter dapat melakukan tindakan apapun… a hug really heals.

Berikan pelukanmu untuk orang-orang terdekat yang membutuhkan. It does really matter…

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

2 Responses to A hug that heals

  1. Loren Sartika says:

    hehehe…kalau nyokap gua agak risih gua peluk-peluk, Ms. Liem.
    Mungkin karena bahasa kasihnya bukan sentuhan yah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s