Terima hasil dari gaya hidup masa mudamu….

Cover FinalHari itu aku diajak pergi oleh seorang teman. Mamanya mau ulang tahun. Usianya sekitar 80-an. 
“Halo Tante!!” kataku menyapanya ketika sampai ke rumahnya.
“Tante sehat? Seger ya..” kataku lagi.
Dan si tante pun bercerita soal kegiatannya di gereja, walaupun sekarang tidak terlalu aktif seperti dulu. Si Tante ini pernah beberapa bulan tidak bisa ke gereja karena sakit. Aku pernah juga diajak teman yang sama mengantar Mamanya berobat. 

Setelah ngobrol-ngobrol sebentar, kami bertiga meluncur ke Propinsi Banten, alias ke daerah BSD sana. Jauhnya ajubileh alajim… Serasa jalanan tol yang kami lewati tidak berujung. Aku agak kesulitan kalau menyetir di jalan tol. Terkecuali terpaksa, pasti aku akan mengemudi juga. Sulit menjaga konsentrasi di jalan yang tidak berpemandangan dan hanya lurus-lurus saja, dan harus terus dalam kecepatan tinggi. Menguras tenaga juga. Tapi kali ini…
“Gua aja yang setir!” kata temanku.

Nah, hari itu setiba di butik seorang teman lain, si Tante pun diukur karena memang hendak menjahitkan pakaian untuk acara ulang tahunnya. Kurang lebih sejam kami “beristirahat” di situ, sambil ngobrol. Aku bahkan sempat tertidur di sofa butik dan bermimpi. Tapi sayang mimpinya kerjaan… ! x_x 

Selesai dari butik, kami menuju sebuah mall yang sampai sekarang masih saja dikunjungi banyak orang. Karena kesulitan parkir, temanku memilih jalur “valet” lalu mengeluarkan kursi roda dari dalam mobil, dan setelah menyerahkan kunci mobil ke petugas, kami masuk ke dalam mall. 

Setelah berputar sana-sini, tidak terlalu lama, tapi sudah lebih dari cukup, sebab kami sama-sama lelah. Pengunjungnya juga terlalu ramai. Tidak terlalu nyaman, apalagi untuk si Tante yang duduk di kursi roda sepanjang kami berjalan-jalan di mall. Kami pun menuju tempat parkir. Tapi …

“Tunggu, gua ke toilet dulu..” kata temanku.
Dan aku pun menunggu di luar bersama Mamanya.

Tanpa disangka, si Tante curcol. 
“Dikira enggak capek. Capek… cuma saya enggak ngomong sama siapa-siapa…” katanya.

Ternyata si Tante sudah letih fisiknya. Tidak terlalu bisa menikmati hidup. 
“Sudah tua begini, pipis malem bisa 7-8 kali. Capek… Makanya saya doa sama Tuhan, udah cukuplah Tuhan. Udah umur segini. Kalau memang mau dipanggil, saya siap!” lanjutnya.
Ah! Jadi terharu… si Tante imannya besar… Tidak banyak orang berani menghadapi kematian. Padahal fisiknya masih sehat, kecuali bagian kaki. Itu sebabnya si Tante harus menggunakan kursi roda. 

Aku jadi teringat ayat ini….

Ingatlah  akan Penciptamu pada masa mudamu , sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya! (Pengkhotbah 12:1)

Bersyukurlah untuk setiap yang masih muda. Ingat akan PENCIPTA itu bukan kalau sudah tua. Tapi justru ketika masih muda. Ketika hari masih begitu “menguntungkan” dan “menyenangkan”…. Kira-kira orang yang ingat akan Pencipta itu gambarannya adalah orang yang menggunakan masa mudanya dengan produktif, ya di sekolah, ya di pekerjaan.
Sayangnya banyak teori terbalik yang dijalankan. Masa muda justru malas. Tidak mau sekolah. Dan malas bekerja. Kalau sudah tua?
You will reap what you sow… terima hasil dari gaya hidup masa mudamu….

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s