Nama Baik Lebih Berharga

Selagi ngemil mie kremes Enak, mendadak teringat sesuatu…

Jamanku sekolah dulu, untuk bisa pakai sepatu olahraga bermerk yang banyak dipakai teman2 berlogo N, atau R, merupakan hal yang tidak mudah. Aku tahu betul, gaya hidup kedua orangtuaku sederhana. Jadi sepertinya aku juga tahu diri. Tidak pernah merengek meminta apa yang buat mereka “lebih”. Jadilah, sepatu olahragaku hanya yang bermerek E. Yang penting tetap memakai sepatu olahraga, walaupun kadang agak minder juga.

Tapi seiring berjalannya waktu, dan sampai di saat aku ngemil mie kering tadi, aku tersadar bahwa aku tidak pernah menilai diriku rendah, walaupun tidak sekaya teman-teman sekolahku dulu. Mungkin itu juga yang membuatku heran kalau melihat atau mendengar cerita orang yang harus mencuri/menipu/korupsi demi bisa membeli barang-barang bermerek, atau sekedar menikmati nyamannya transportasi berupa taksi, intead of bus! Buatku, kenyamanan dan barang bermerek itu tidak pernah punya nilai lebih dan memberi dampak lebih untuk harga diriku, dibandingkan nama baik.

Ya, seumur sekarang, aku baru sadar bahwa hanya nama baik yang membuat orang bisa menghargai dirinya tinggi. Sebab rasa minder tidak bisa ditutupi dengan materi/benda mewah. Mungkin itu juga yang menyebabkan banyak orang terlihat kaya, tapi sikapnya tidak elegan. Dia entah sadar atau tidak membuat rendah dirinya sendiri dengan sikap/perbuatan yang terlihat memalukan (baca: norak/kampungan). Ada yang suka membual, padahal hanya bersekolah di Singapura, tapi bilang ke teman-teman dan gurunya bersekolah di Paris. Hmm… Ada yang membawa-bawa plat mobil luar, padahal sedang berkendara di Jakarta. Atau ada yang menempeli mobilnya dengan stiker-stiker berbau “western” padahal menurutku lebih baik mempromosikan negeri sendiri, dan bukan kotanya negara orang lain.

Bersyukur sebab aku punya orangtua yang tidak kaya raya, tapi punya nilai/value yang tinggiii bobotnya seperti: kejujuran dan hidup sederhana. Dan terbukti memang “value” atau nilai kehidupan ini membuatku menghargai diriku tinggi. Jadi tidak perlu minder atas materi yang tidak dimiliki , dan tidak perlu sombong atau menyombongkan apa yang dipunyai.

Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. (Ams 22:1)

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s